Rintihan Hati


Sepi aku tanpa dirimu,
hidup yang hilang kekuatan,
umpama layang-layang terputus talinya,
kemana arahnya angin itulah destinasi,
rasa sunyi,sedih dan sepi peneman sejati,
Ya Allah,tabahkanlah hambamu ini,

Sesekali teringat kenangan lalu,
alangkah berjasa dirimu padaku,
yakinkanku tika keraguan,
akan disampingku walau susah dan bermasalah,
namun,butanya mata hingga cinta menjadi kenangan bersama seribu kesalan,
gambarmu menjadi pengubat keheningan malam,

Rintihan hati tiada yang tahu,
inginkan kasih dan cinta dahulu,
nafas seakan terhenti bila dilafaz sukar bagimu,
dengarlah kekasih hatiku merintih,
untuk menyampai kazanah akhir agar menjadi satu pelaburan,

Setiap hari kelahiranmu kunantikan kerna kemarin tidakku berat tarikh itu,
Ya Allah,tanpanya hilanglah semangat dan arah hidupku,bukalah hatinya untukku,
angin rindu menyapa tubuh namun tidak tersentuh pintu hati yang dikunci,
zahir hanyalah pentas boneka sedangkan batin merintih kepasrahan,
walau duka adanya peganti,tersenyum jua lihatmu bahagia,
akan kudoakan setiap harimu penuh ceria,
noktah pengharapan tidak terhenti selagi nadi masih bernyawa,
inilah coretan rintihan hati sekian lama terpendam dijiwa...

Tiada ulasan:

Catat Ulasan